Home » Islam » Cara Mudah menjadi kaya

Cara Mudah menjadi kaya

“Maka Aku katakan kepada mereka, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak harta anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula untukmu (didalamnya) sungai-sungai”(QS.Nuh: 10-12)

Ada 3 hal yang diberikan oleh Allah kepada suatu negeri yang mana para penduduknya selalu mengucapkan istighfar (mohon ampun kepada Allah):

  1. Turunnya hujan lebat. Allah memberikan curah hujan yang cukup untuk menumbuh suburkan negeri.
  2. Diperbanyak harta dan keturunnya. Negeri tersebut akan berkah dan Allah akan memberikan kekayaan luar biasa dan juga penduduk yang berlimpah tapi tertata dan berdaya.
  3. Kebun, hutan, dan sungai-sungai. Sebagai jantung kehidupan serta nafas kota dan cadangan air, kebun dan hutan disuburkan dan sungai-sungai dilimpahkan namun tetap pada ukurannya.

“…dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari arah yang tak disangka-sangka…”(QS.Ath-Thalaq: 2-3)

Rizki selalu diburu oleh setiap orang dengan segenap kemampuan untuk mendapatkannya, namun tidak semua orang memperoleh hasil yang sama. Ada orang yang mudah mendapatkan rizki tapi sebaliknya ada yang kesulitan mendapatkannya.

Allah adalah pemilik rizki dan Allah telah menyiapkan segenap kunci pembuka pintu rizki. Dengan memiliki kunci maka tidak sulit untuk membuka sesuatu yang tertutup. Ada beberapa kunci yang dapat membuka pintu rizki dari Allah swt:

  • Ishtighfar

Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan kesedihannya jalan keluar dan kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tak disangka-sangka”. Hal ini dikarenakan dosa yang kita lakukan telah menjadi penghalang rizki, maka perbanyaklah minta ampunan.

  • Taqwa

Salah satu makna taqwa adalah melaksanakan segala yang diperintahkan Allah swt, dan menjauhi semua larangannya. Seorang bertaqwa dijanjikan oleh Allah dengan limpahan kebaikan dan dibukanya pintu-pintu rizki baginya.

“…dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya (Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari arah yang tak disangka-sangka…”(QS.Ath-Thalaq: 2-3)

Al Hafidz Ibnu Katsir berkata: orang yang bertaqwa akan mendapat rizki dari arah yang tak pernah terlintas dalam benaknya.

Dalam tafsirnya, At-Tharir wat Tanwir, Syeikh Ibnu Asyur mengungkapkan bahwa makna “Al-Barakah” adalah kebaikan yang murni yang tidak ada konsekuensinya di akhirat, dan ia adalah sebaik-baik jenis kenikmatan.

  • Tawakal

Kunci lain untuk membuka pintu rizki adalah bertawakal kepada Allah swt setelah menjalani usaha yang sungguh-sungguh.

“Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal (kepada) Allah niscaya Allah akan mencukupkan, (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS.Ath-Thalaq: 3).

Tawakal disini bukan pasrah dengan nasib seperti banyak terjadi saat ini, di mana banyak orang yang berkata “yang penting saya sudah usaha, hasilnya serahkan kepada Allah” namun mereka tidak berusaha lagi, inti tawakal adalah melakukan usaha, lalu dilanjutkan dengan berdoa dan serahkan hasilnya kepada Allah, namun bukan berarti usaha yang dilakukan berhenti disitu saja, justru kita harus melanjutkan usaha yang dilakukan bahkan lebih baik dari sebelumnya.

  • Silaturahmi

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Abu Hurairah ra ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang senang untuk dilapangkan, dan diakhir ajalnya mudah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi”(HR.Bukhari)

Prinsip ini senada dengan ilmu dagang dan bisnis. Seseorang hendaknya menjaga hubungan relasi bisnisnya agar usahanya tentu berkembang.

  • Infaq

Orang yang menginfaqkan hartanya jalannya Allah akan diberikan ganti dan pahala berlipat ganda.

“Dan apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Allah akan menggantinya, dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki”(QS.Saba:39)

  • Nikah

Banyak orang (terutama para muda mudi) beranggapan  bahwa dengan nikah harta kita akan berkurang karena harus berbagi dengan istri/suami dan anak-anak, mereka lupa bahwasannya Allah telah member rizki bagi orang yang mau menikah.

“Dan kawinkan dari orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”(QS.An-Nur: 32)

Secara sederhana dapat kita analogikan seperti ini, tiap-tiap manusia telah ditentukan rizkinya oleh Allah, istri telah memiliki rizkinya sendiri, suami memiliki rizkinya sendiri, dan anak-anak juga memiliki rizki mereka masing-masing, dan dalam sebuah keluarga seharusnya saling memiliki, maka rizki dari tiap-tiap anggota keluarga dapat dinikmati bersama-sama, sudah tentu rizki yang didapat berlimpah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: